keuntungan punya pacar yang baik

kalo pacar kamu baik kamu pasti dibelikan jersey kesukaanmu
aku sayang banget pacarku <3

Nutrisi pada tumbuhan

NUTRISI TUMBUHAN

Nutrisi yang dibutuhkan tanaman/tumbuhan dapat dilacak antara lain dari komposisi kima penyusun suatu tanaman/tumbuhan tersebut, karena selain sebagian besar massa organik suatu tumbuhan berasal dari CO2 udara, juga tergantung pada kandungan nutrien tanah dalam bentuk air dan mineral. Komposisi tumbuhan terdiri atas :

95% berupa bahan organik, dalam bentuk :
Kabohidrat (termasuk Sellulosa dari dinding sel)
Senyawa sulfur, nitrogen dan fosfat.
5% berupa bahan anorganik (50 unsur kimia)
Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah.
Berdasarkan  banyak sedikitnya jumlah kebutuhan unsur nutrien tumbuhan, Nutrisi tumbuhan dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu :

Makronutrien.
Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.



TABEL MAKRO NUTRIEN

Unsur

Bentuk yang tersedia bagi tumbuhan

Fungsi utama

Karbon (C)

CO2

Komponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Oksigen (O)

CO2; H20

Komponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Hidrogen (H)

H2O

Komponen utama dari senyawa organik tumbuhan

Nitrogen (N)

NO3; NH4

Komponen dari asam nukleat, protein, hormon, klorofil, dan koenzym

Sulfur (S)

SO4

Komponen dari protein, koenzym

Fosfor (P)

H2PO4; HPO4

Komponen dari asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzym

Kalium (K)

K

Kofaktor dalam sintesis protein, mengatur keseimbangan air, membuka dan menutup stomata

Kalsium (Cl)

Ca

Pembentukan, pembuatan dan keestabilan dinding sel, mengatur struktur dan permeabilitas membran, aktivator beberapa enzim, regulator respon sel terhadap stimulus.

Magnesium (Mg)

Mg

Komponen ddari klorofil, aktivator banyak enzim











Mikronutrien
Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum.



TABEL MIKRONUTRIEN

Unsur

Bentuk yang tersedia bagi tumbuhan

Fungsi utama

Klor (Cl)

Cl

Diperlukan pada tahap penguraian air dalam fotosintesis, mengatur keseimbangan air

Besi (Fe)

Fe; Fe

Komponen dari sitokrom, aktivator beberapa enzim

Boron (B)

H2BO3

Kofaktor dalam sintesis klorofil, terlibat dalam transport karbohidrat dan sintesis asam nukleat

Mangan (Mn)

Mn

aktiv dalam pembentukan asam amino, aktivator beberapa enzim, diperlukan dalam tahapan penguraian air dalam fotosintesis

Seng (Zn)

Zn

Aktiv dalam pembentukan klorofil, aktivator beberapa enzym

Kuprum (Cu)

Cu; Cu

Komponen dari banyak enzym, reaksi redoks dan biosintesis lignin

Molibdunum (Mo)

MoO4

Essensial untuk fiksasi nitrogen, kofaktor dalam reduksi nitrat

Nikel (Ni)

Ni

Kofaktor enzym yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen





Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah. Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimana nutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah.  Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanama

Makalah Fungsi Ilmu Pengetahuan Alam

Nama kelompok : Ana rosida
desy natalia
dewi rochmatul
gani firman
prodi pendidikan Ipa 2014
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

IPA Berfungsi sebagai Pembangun Pola Pikir
Ilmu Pengetahuan Alam dapat mengubah pola pikir atau pandangan seseorang terhadap suatu hal. Pada awalnya, sebagian besar orang masih percaya pada ajaran filsafat Yunani yang menggunakan pola pikir deduktif atau filosofis. Selain itu, ada juga ajaran Francis Bacon yang menggunakan pola pikir induktif atau empiris.
Perubahan pola berpikir manusia menjadi pola berpikir ilmiah itu mempunyai dua aspek. Aspek yang pertama adalah adanya perubahan pandangan manusia terhadap alam semesta. Contohnya, mula–mula orang percaya bahwa bumi adalah pusat dari jagad raya. Lalu, dengan berpikir secara ilmiah orang mengubah pandangan itu dan menyatakan bahwa mataharilah yang menjadi pusat dari tata surya. Hal itu disebut teori heliosentrisme yang dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus (1473–1543) dalam bukunya yang berjudul “De Revolutionibus Orbium Caelestium”. Contoh lainnya, mula–mula orang percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena bulan ditelan oleh raksasa sakti yang telah terpenggal lehernya sehingga setelah ditelan bulan keluar lagi melalui kerongkongannya. Kemudian melalui pemikiran ilmiah pandangan tersebut berubah menjadi seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bahwa bulan tertutup oleh bayangan bumi. Aspek yang kedua adalah adanya perubahan sikap dari manusia itu sendiri dalam memandang sesuatu, yaitu sikap percaya pada takhayul berubah menjadi sikap ilmiah yang obyektif dan meyakini suatu hal setelah diuji kebenarannya.
Contoh dalam kehidupan sehari – hari
Di suatu kampung ada orang yang meninggal secara mendadak. Para tetangganya menganggap bahwa dia meninggal karena terkena santet dari seorang dukun. Namun, setelah berpikir secara ilmiah dan dibuktikan dengan penelitian diketahui bahwa orang tersebut meninggal karena terserang penyakit jantung.

IPA Berfungsi untuk Menjelaskan
Ruang lingkup yang dijelaskan melalui Ilmu Pengetahuan Alam meliputi alam semesta dengan segala isinya. Di dalamnya termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia ditinjau dari segi fisiknya. Selain itu, IPA juga menjelaskan adanya gejala–gejala alam dan hubungan antara gejala alam yang satu terhadap yang lain. Hal–hal yang bersifat nonfisik tidak termasuk cakupan IPA, misalnya tentang adanya surga dan neraka, adanya kehidupan setelah mati, adanya jin, setan, serta malaikat. Pada intinya IPA menjelaskan semua hal yang tertangkap oleh panca indera meskipun seringkali membutuhkan bantuan berbagai peralatan untuk mempertinggi daya tangkapnya seperti kaca pembesar, mikroskop, teropong bintang, dan sebagainya. Oleh Karena itu, apa yang dapat dicakup oleh IPA juga akan semakin luas sejalan dengan semakin canggihnya peralatan yang diciptakan.
Dalam menjelaskan sesuatu, IPA mempunyai ciri–ciri khusus sebagai berikut.
a)Analitis artinya lengkap, yaitu mendeskripsikan semua bagian dari obyek penelitiannya dan hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya.
b)Logis artinya dapat diterima oleh akal, yaitu IPA diangkat dari olah pikir manusia atas pengamatan panca inderanya. Jadi, kalau ada suatu penjelasan yang tidak masuk akal itu bukan penjelasan ilmiah.
c)Sistematis artinya “teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur baik–baik”. ( kbbi , 2014). IPA sebagai suatu body of knowledge merupakan kumpulan pengetahuan ilmiah yang disusun secara logis dan sistematis. Hal tersebut disusun sedemikian rupa sehingga tampak jelas tata urutan serta hubungan satu dengan yang lain dan jelas pula bahwa tidak ada kebenaran ilmu pengetahuan yang saling tumpang tindih dalam arti berlawanan satu dengan yang lain.
d)Kausatif merupakan “bentuk verba yang menyatakan sebab atau menjadikan”. ( kbbi , 2014). Jadi, IPA menjelaskan mengapa segala sesuatu (gejala alam) itu terjadi. Contoh :
1)Mengapa benda yang dilempar ke atas selalu jatuh ke bumi?
2)Mengapa batang besi bila dipanaskan menjadi bertambah panjang?
3)Mengapa terjadi gerhana matahari?
4)Mengapa bulan tidak jatuh ke bumi?
Penjelasan–penjelasan yang bersifat kausatif itu dalam IPA disebut “hukum”. Misalnya hukum Boyle yang menjelaskan hubungan sebab akibat antara tekanan dan volume gas.
e)Kuantitatif.
1)kesimpulan yang diuji kebenarannya melalui statistika dan biasanya disertai dengan taraf kepercayaan.
2)penjelasannya disertai angka–angka dengan besaran hasil pengukuran atau dengan rumusan–rumusan matematika.
3)kuantitatif dalam artiannya yang tak langsung menyatakan kecermatan pengukuran.

Fungsi IPA untuk Meramalkan
Peramalan dari IPA ini adalah peramalan yang didasarkan atas adanya konsistensi atau keteraturan dari gejala-gejala alam. Kunci pokok dari sesuatu yang dapat digunakan untuk meramalkan itu adalah adanya keteraturan yang konsisten. Misalnya matahari setiap hari terbit dari Timur dan tenggelam di Barat sehingga kita berani meramalkan bahwa besok lusa pun matahari akan terbit dari Timur dan tenggelam di Barat. Berbagai macam hukum dalam IPA juga menunjukkan adanya konsistensi yang tinggi. Misalnya, hukum Boyle yang telah dicoba dari nenek moyang kita sampai adik-adik kita di bangku SMP dan orang-orang di berbagai negara, semua menunjukkan hasil yang sama.
Sebagai suatu contoh dari sejarah IPA adalah hukum oktaf yang ditemukan oleh John Alexander Reins Newlands (1837-1898), yaitu bila unsur-unsur disusun berturutan berdasarkan kenaikan berat atomnya, maka pada unsur ke-8 selalu didapatkan unsur yang mempunyai sifat yang bersamaan dengan unsur yang pertama, unsur ke-2 sama sifatnya dengan unsur ke-9, dan seterusnya. Seorang ahli kimia dari Rusia bernama Dmitri Ivanovich Mendeleyef (1834-1907) meramalkan bahwa pada suatu saat tempat yang kosong itu akan terisi oleh unsur yang sifatnya sesuai dan dengan berat atom yang diperkirakan antara berat atom dari unsur yang terdapat di sebelah kanan dan kiri kotak kosong itu. Sebagai contoh adanya kelompok unsur yang mempunyai sifat-sifat yang sama itu adalah Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, dan Cesium. Kelompok lain yang terkenal adalah Flour, Chlor, Brom, dan Iodium.

Fungsi IPA untuk Menguasai atau Mengontrol Gejala Alam Guna Kesejahteraan Manusia
Dengan IPA orang bisa mengolah sumber daya alam. Orang juga dapat mendirikan industri-industri untuk menghasilkan barang-barang bagi kesejahteraan manusia. Dengan IPA orang dapat mempermudah hubungan komunikasi maupun transportasi. Dengan IPA orang dapat mencegah atau menghindari malapetaka akibat gejala alam. Fungsi pengontrol dari IPA dapat dimanfaatkan pula untuk usaha-usaha yang sifatnya pencegahan artinya mencegah terjadinya malapetaka atau hal-hal yang merugikan kesejahteraan manusia, sebagai contoh adalah IPA dapat membantu umat manusia dalam mencegah terjadinya wabah penyakit menular, dapat mencegah terjadinya atau memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan misalnya kecelakaan di laut atau di udara.
Perlu diketahui bahwa fungsi IPA di dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia sangat besar pengaruhnya terutama sejak awal abad ke-20, yaitu dimana bersatunya antara IPA dan teknologi. Sebagai contoh adalah dalam bidang industri yang bekerja secara besar-besaran dan sekarang ini cenderung untuk menggunakan alat-alat serba otomatis seperti komputer.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui alat pendeteksi dini tsunami. Dengan alat itu, tsunami dapat diprediksi dalam waktu tiga menit. Alat yang baru tersebut tidak hanya memprediksi jam berapa tsunami datang. Namun, dapat memprediksi berapa tinggi gelombang, sehingga dapat mempercepat proses evakuasi. (Zubaidah, 2014)

Fungsi IPA untuk Pelestarian
IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematis. Secara tidak langsung IPA mencatat ataupun merekam gejala-gejala alam yang telah teramati maupun terselidiki. Banyak gejala alam yang terulang kejadiannya sebagai contoh yaitu kehadiran komet. Komet di sepanjang perjalanannya selalu kehilangan sebagian dari massanya sehingga pada suatu saat akan habis dan tidak akan muncul lagi di arena angkasa tata surya ini.
Dalam pelestariannya, IPA sempat merekam gejala alam yang lain yang nantinya akan digunakan sampai pada generasi berikutnya.  Contoh lain adalah berbagai jenis flora dan fauna yang mungkin nantinya jenis-jenis tersebut pasti akan musnah. Disamping itu, fungsi IPA untuk pelestarian terutama di bidang biologi dan bidang geografi juga sangat penting dilestarikan sehingga adanya perubahan dari zaman ke zaman dapat diketahui oleh orang banyak. Pengetahuan  semacam itu sangat penting, jika ditinjau dari segi ekosistem sangat besar pengaruhnya karena makhluk hidup disana selalu memiliki ketergantungan satu sama lain. Pada akhirnya IPA semakin berkembang sedemikian rupa sehingga teori-teori yang lama digantikan oleh teori yang baru.

PENUTUP
Kesimpulan
Ilmu Pengetahuan Alam memiliki berbagai fungsi yang berbeda-beda dalam meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan yaitu :
a)Untuk membangun pola berpikir, yaitu dari berpikir secara deduktif menjadi berpikir secara induktif. Adanya IPA dapat mengubah pandangan manusia terhadap alam semesta.
b)Sebagai alat untuk menjelaskan adanya hubungan antara berbagai gejala alam. Ciri-cirinya yaitu : analitis, artinya lengkap menjelaskan semua bagian serta hubungan satu dengan yang lainnya; logis, artinya dapat diterima oleh akal sehat manusia; sistematis, artinya sesuai dengan tata urutan IPA sebagai kumpulan pengetahuan; dan kuantitatif, artinya disertai data statistika. Tujuan IPA menjelaskan ada dua, yaitu untuk menyejahterakan umat manusia  dan semata – mata keduanya memiliki hasrat ingintau.
c)Untuk meramalkan, yaitu pengalaman dari IPA adalah peramalan yang didasarkan atas adanya keteraturan yang konsisten dari gejala – gejala alam. Aturan tersebut disebut “Hukum”.
d)Untuk menguasai dan mengontrol gejala alam demi kesejahteraan manusia. Dengan IPA orang bisa mendirikan industri untuk menghasilkan barang yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.
e)Untuk  pelestarian
Suatu gejala alam mungkin sekali tak terulang kejadiannya, sehingga IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis secara tak langsung merekam gejala-gejala yang terjadi alam misalnya kehadiran komet, pergeseran benua, perubahan flora dan fauna, dan sebagainya.

DAFTAR RUJUKAN
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa). 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Online),  ( http://kbbi.web.id/kausatif ), diakses 29 September 2014.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa). 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Online),  ( http://kbbi.web.id/sistematis ), diakses 29 September 2014.
Darmodjo, Hendro. 1986. Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Karunika.
Zubaidah, Neneng. 2014. BMKG Perbarui Alat Deteksi Dini Tsunami. (Online), (m.sindonews.com/read/849905/15/bmkg-perbarui-alat-deteksi-dini-tsunami), diakses 7 September 2014.

DEEWIRACHMA

Aku ingin berubah lebih baik lagi untuk hidupku  . Memperbaiki semuanya semuaa kesalahan yg aku lakukan di dunia ini

MOVE ON ITU MUDAH

dalam pendekatan selama 2 hari berturut turut dengan si dia akhirnya pada moment moment tahun baru aku sudah bisa move on ! iyaa . move on dari seorang cowok yang sangat keras kepala dan tak pantas untukku .
setelah sekian lama aku di kekang aku di sia sia kan waktunya aku untuk memulai hidup yang baru tanpa dia , iya tanpanya lagi .
aku lelah aku capek aku muakk dengan semua ini . aku letih !! entah apa maunya entah apa yang dia inginkan dariku . aku sakitt . sakit hati perasaan dan iwa ini . aku ingin ingatanku hilang musnah tentang dia . dia yang telah menyakitiku seakan semuanya harus berpihak kepadanya , sebagai apa posisiku di hatinya ? sebagai apa ?
selama ini selalu aku yang mengalah . sampai kapan . sampai kapan haah . muakkk !!
di saat aku terjatuh di saat aku terluka saat aku butuh seseorang untuk menolongku . kemana kamu ? kemana saat aku butuh kamu , kamu malah menjatuhkan ku lebih dalam lagi ! tidak punya perasaan kah engkau ! kemana kamu yang dulu selalu ada dan mendukungku . selalu membuat aku nyaman dan membimbingku . tapi kenpa sekarang malah menjatuhkanku ?
sekarang sudah ada orang lain yang menolongku saat aku terjatuh , menghapus airmataku saat aku terluka , mengulurkan tangannya untuk membantuku bangkit . dan dia telah mengisi hatiku . kekosongan hati ini seolah olah dengan mudah menerima uluran tngannya . iyaa . aku menyayangi dia yang telah membantuku saat aku terjatuh oleh ulahmu .
aku bahagia dengannya . aku senang menjadi kekasihnya , dia berbanding terbalik denganmu ,
setelah semua yang kau lakukan padaku . kau menyia nyiakanku . dengan mudah nya kau memintaku kembali . memintaku putus dengan pacarku . kamu ingin berubah . hei !! kenapa baru sekarang ! kenapa tidak kamu sadari dari dulu ! terlambat ! aku kencintai di yang baru . yang bisa menerimaku .

MOVE ON ITU MUDAH ASAL KITA MAU MEMBUKA HATI KEPADA ORANG LAIN YANG ADA DI SEKITAR KITA . COBA SAJA !

KUTIPAN , DAFTAR PUSTAKA, DAN CATATAN KAKI


KUTIPAN, DAFTAR PUSTAKA DAN CATATAN KAKI
Penulisan kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki berkaitan erat dengan proses pengambilan data untuk kepentingan penulisan karya ilmiah. sebelum membahas lebih lanjut mengenai kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki, kita akan melihat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data.
  1. Harus mencantumkan sumber aslinya. Hal ini penting karena pengambilan data tanpa   mencantumkan sumber aslinya dapat dikategorikan sebagai penjiplakan atau plagiat.
  2. Data yang diambil harus sesuai dengan fakta, tidak boleh diubah ataupun direkayasa.
  3. Pengambilan data hendaknya diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, baik dari objektivitas, metode pengumpulan, (jika data diperoleh dari pengamatan, pengujian, atau angket) maupun kewenangan pihak pemberi data.
A. Kutipan
Mengutip pendapat atau tulisan seseorang ada ketentuannya.
  1. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
  1. Kutipan harus sama persis dengan aslinya, baik ejaan, susunan kalimat, dan tanda baca.
  2. Kutipan yang panjangnya kurang dari 5 baris diintegrasikan dengan teks, spasi dua, dan dibubuhi tanda kutip.
  3. Kutipan yang panjangnya 5 baris atau lebih tidak harus diberi tanda kutip, dipisahkan dari teks utama dengan jarak 2,5 spasi, jarak antarbaris satu spasi, serta seluruh kutipan diketik ke dalam 5—7 ketikan.
  4. Bila ada bagian yang dihapus, bagian ini diberi tanda titik-titik tiga buah.
  5. Tiap kutipan diberi nomor pada akhir kutipan dan penulisannya setengah spasi ke atas.
  1. Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan langsung tidak lebih dari empat baris
    Kutipan ini akan dimasukkan dalam teks dengan cara berikut:
  1. kutipan diintegrasikan dengan teks;
  2. jarak antara baris dengan baris dua spasi;
  3. kutipan diapit dengan tanda kutip;
  4. sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh:
Supaya tulisan kita mudah dipahami orang lain, maka kita hendaknya membuat kalimat yang efektif. Yang dimaksud dengan kalimat efektif itu yang bagaimana? “Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan sadar atau sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik” (Parera,1988:42). Dengan demikian…..
  1. Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan langsung lebih dari empat baris ketentuan penulisannya sebagai berikut:
  1. kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi;
  2. jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi;
  3. kutipan boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip;
  4. sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu;
  5. seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan.
Contoh:
……………………………………………………………..
“Anda tidak bisa menang dalam sebuah debat. Anda tidak bisa, karena kalau Anda kalah, Anda akan kalah; dan kalau Anda menang, Anda kalah juga. Mengapa? Nah, misalkan Anda menang atas pihak lawan dan mampu menembak argumennya sehingga penuh lubang, lalu membuktikan bahwa dia noncomposmentis. Lalu bagaimana? Ya, Anda akan merasa senang. Tapi bagaimana dengan dia? Anda telah membuatnya merasa rendah diri” (Carnegie; 1996:181).
………………………………………………………………..
  1. Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan tidak langsung. Kutipan tidak langsung berupa intisari pendapat yang dikemukakan. Oleh sebab itu, kutipan ini tidak diberi tanda kutip. Syarat penulisan kutipan tidak langsung adalah:
  1. kutipan diintegrasikan dengan teks;
  2. jarak antarbaris dua spasi;
  3. kutipan tidak diapit tanda kutip;
  4. sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh:
Menurut Gorys Keraf, kalimat yang baik adalah yang menunjukkan kesatuan gagasan, atau hanya mengandung satu ide pokok. Bila ada dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan digabungkan, maka akan merusak kesatuan pikiran (1994 :36).
B. Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel, dan bahan-bahan penerbitan lain yang mempunyai pertalian dengan karangan yang telah disusun.
Daftar pustaka berfungsi sebagai sumber informasi bagi seseorang peneliti/penulis agar hasil tulisannya dapat dipertanggungjawabkan.
Petunjuk umum penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut.
  1. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir tulisan.
  2. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
  3. Nama penulis diurutkan menurut abjad setelah nama pengarang dibalik.
  4. Tiap sumber bacaan diketik dengan jarak satu spasi.
  5. Jarak antarsumber bacaan yang satu dengan yang lainnya dua spasi.
Hal-hal lain yang perlu kita perhatikan dalam penyusunan daftar pustaka adalah sebagai berikut.
  1. Nama Pengarang
a      Penulisan nama pengarang dari buku dengan seorang pengarang.
a      Nama keluarga ditulis sebelum nama kecil atau inisial. (Untuk memudahkan penyusunan secara alfabetis.)
b      Jika buku disusun oleh sebuah komisi/lembaga, nama pengarang.
c      Jika tidak ada nama pengarang, urutan dimulai dari judul buku. Keraf, Gorys. 1988. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
b      Penulisan nama pengarang dari buku dengan dua atau tiga pengarang.
1)    Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalik. Ketentuan lain sama dengan bagian pertama.
2)    Urutan nama pengarang harus sesuai dengan yang tercantum dalam halaman judul buku dan tidak boleh ada perubahan urutan.
Contoh:
Kridalaksana, Harimurti dan Djoko Kentjono,ed. 1991.Seminar Bahasa Indonesia. 1968Ende-Flores:Nusa Indah.
c      Penulisan nama pengarang dari buku dengan banyak pengarang.
1)    Hanya nama pertama yang dicantumkan dengan susunan terbalik.
2)    Nama-nama pengarang yang lainnya dituliskan dengan singkatan dkk.
Contoh:
Karso, dkk. 1994. Sejarah Nasional dan Sejarah Umum.
Bandung: Angkasa.
  1. Tahun Terbit
Tahun terbit ditulis sesudah nama pengarang dipisahkan dengan tanda titik.
  1. Judul Buku
Judul buku digarisbawahi atau dicetak miring. Setiap huruf awal kata dalam judul diketik dengan huruf kapital, kecuali kata depan dan konjungsi.
  1. Tempat Terbit
Tempat terbit ditulis sesudah judul buku, dipisahkan dengan tanda titik.
  1. Penerbit
Nama penerbit ditulis sesudah tempat terbit dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan diakhiri dengan titik.
  1. Penulisan daftar pustaka dari buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih
  1. Angka jilid ditempatkan sesudah judul dipisahkan dengan sebuah tanda titik.
  2. Tulisan jilid disingkat Jil. atau Jld..
Contoh:
Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.Jil.2. Yogyakarta: Kanisius.
  1. Penulisan data pustaka dari sebuah buku terjemahan
  1. Nama pengarang asli diurutkan dalam daftar urutan alfabetis.
  2. Keterangan penerjemah ditempatkan sesudah judul buku dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh:
Multatuli. 1972. Max Havelar,  Lelang Kopi Persekutuan
Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin. Jakarta: Jambatan.
  1. Data Pustaka dari artikel majalah
  1. Judul artikel dan judul majalah diapit oleh tanda petik.
  2. Tidak ada tempat publikasi dan penerbit, tapi dicantumkan nomor, tanggal, dan halaman
Contoh:
Solihin, Burhan, dkk. ”Selamat Datang di Surga Nirkabel”.Tempo. Edisi 4-10 April 2005, hal 90-91.
  1. Artikel dari Harian
Tanda titik dipakai sesudah nama pengarang/penulis, selanjutnya menggunakan tanda koma sebagai pemisah.
Contoh :
Pramudianto.”Denderita dan Pemulihan Nias”.Kompas, 2 April 2005, hal 46.
C. Catatan Kaki
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Semua kutipan, baik langsung maupun tidak langsung dapat dijelaskan sumbernya dalam sebuah catatan kaki. Catatan kaki digunakan untuk memberikan keterangan, komentar, atau menerangkan sumber kutipan yang digunakan pada tulisan tersebut. Dengan demikian, catatan kaki dicantumkan untuk:
  1. mendukung keabsahan pernyataan penulis yang tercantum di dalam tulisannya,
  2. petunjuk sumber tulisan,
  3. memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi tidak relevan jika dimasukkan ke dalam teks tulisan,
  4. referensi silang (petunjuk pada karya tulis apa dan pada halaman berapa hal yang sama dibahas), dan
  5. memenuhi kode etik penulisan, dalam hal ini penghargaan terhadap karya orang lain.
Jenis Catatan Kaki. Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat.
Catatan kaki lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan:
-        nama pengarang,
-        judul buku,
-        nama atau nomor seri (jika ada),
-        jumlah jilid (jika ada),
-        nomor cetakan,
-        kota penerbit,
-        nama penerbit,
-        tahun terbit, dan
-        nomor halaman.
 
ibs(idblogsite)
Copyright © 2013. iNDOTOKO Template Allright reserved.